Sejarah Panjang Point Blank Zepetto Penuhi Trend Gaming

Sejarah Panjang Point Blank Zepetto Penuhi Trend Gaming

Sebelum kehadiran point blank zepetto, lebih dulu muncul beberapa jenis point blank yang dihadirkan oleh developer-developer berbeda. Game yang merupakan asal Korea Selatan besutan NC Soft ini untuk pertama kali dirilis di Indonesia di bawah naungan Gemscool.

Kiprah Gemscool dalam menyebarluaskan game point blank ini terlihat di awal tahun 2000-an. Lima belas tahun membuat point blank Indonesia cukup banyak digemari gamers tanah air, tahun 2015 point blank sempat jatuh ke tangan Garena, namun game fps ini tidak bertahan lama di Garena.

Selang tiga tahun kemudian, di tahun 2018, point blank diambil alih oleh Zepetto dan kini kita mengenalnya sebagai nilai blank zepetto. Masa kejayaan point blank bisa dibilang cukup lama di Indonesia, terlebih di awal tahun 2000-an ketika tren warnet sedang sangat pesat di dunia gaming.

Banyak gamer yang akan berkumpul di warnet game untuk melaksanakan berbagai jenis permainan, salah satunya point blank. Tidak seperti saat ini, sudah banyak gamer yang memiliki personal computer canggih sendiri sehingga permainan cukup dari rumah saja.

Gebrakan Zepetto untuk Point Blank

Sempat berpindah dari developer satu ke developer lainnya, point blank pastinya memiliki berbagai ciri khas yang tidak sama setiap kali berbeda developer. Hal itu pula yang menjadi perhatian banyak gamer, mengenai rasa penasaran apa yang spesial dari nilai blank zepetto ini.

Baca juga: Cara Mendapatkan Hero Khaleed Mobile Legends Terbaru

Jodie Indiana Ramadhan selaku Marketing dan PR Zepetto mengutarakan bahwa fokus utama Zepetto adalah mendekatkan diri dengan komunitas point blank. Implementasinya dengan cara menjalankan program gerebek warnet untuk mengetahui animo gamer terhadap point blank.

Zepetto juga berkomitmen untuk menginovasi point blank zepetto, salah satunya dengan memunculkan mode battle royal yang sudah diluncurkan Maret 2019 lalu. Ketika point blank di bawah naungan Garena, esport PB sepenuhnya ditanggungjawabi oleh developer tersebut.

Jodie menambahkan bahwa dalam esport point blank ini ada kualifikasi point blank junior championship atau PBJC dan point blank championship league atau PBCL. Penambahan kategori lomba di tahun 2019 lalu menjadi langkah nyata bahwa PB zepetto lebih terbuka. 

Tantangan Terbesar Zepetto

Memegang point blank setelah puluhan tahun bertahta dengan dua developer berbeda tentu menjadi tantangan tersendiri untuk zepetto. Jodie menegaskan bahwa apa yang sudah sangat baik diberikan oleh Gemscool dan Garena akan dipertahankan oleh PB zepetto. 

Baca juga: Alasan PES 2019 Lebih Menarik Dari FIFA 2019

Ada beberapa anti cheat yang diciptakan dalam permainan point blank dari zepetto. Selain itu, zepetto juga menutup banyak sekali privat server. Tantangan utama yang harus diselesaikan zepetto di awal kebangkitan PB adalah memperbaiki server-server yang sudah ada di Indonesia. 

Baru kemudian pada semester berikutnya, zepetto akan memasarkan game-game lain selain point blank. Tahun 2019 lalu, Jodie mengutarakan bahwa rencana jelas zepetto di Indonesia sudah tersusun rapi untuk satu tahun ke depan. Namun, zepetto dipastikan ada di tanah air selama 5 tahun ke depan. 

Tantangan lain yang dicoba diselesaikan oleh zepetto adalah menciptakan senjata dengan harga sewa murah. Mengingat bahwa PB menggunakan sistem sewa senjata yang dibatasi waktu. Jadi, pemain tidak bisa memiliki senjata secara utuh karena tidak bisa dibeli. 

Point blank sempat berjaya selama puluhan tahun, namun kini persaingan kian ketat dengan banyaknya game fps di dunia online. Menanggapi hal tersebut, Jadi percaya diri mampu menghadapi tantangan tersebut karena spesifikasi point blank zepetto tergolong ringan.